Benarkah limit kartu kredit yang anda miliki bisa dijadikan tolak ukur tingkat kepercayaan Bank terhadap diri anda ?
Banyak orang yang merasa bangga dengan limit yang dimiliki terhadap kartu kreditnya, bagi orang seperti ini berarti pihak bank memiliki kepercayaan yang cukup tinggi terhadapnya, benarkah demikian…..?
Mendengar pernyataan seperti ini kok rasanya sangat “Marketing†sekali ya, apakah benar demikian adanya atau jangan-jangan ini memang salah satu trik yang dihembuskan oleh tim marketing untuk menyebarkan paradigma yang buat penulis sendiri agak sedikit “menjebakâ€.
Beberapa kali saya didatangi oleh sales yang menawarkan kartu kredit, dengan iming-iming limit yang saya peroleh nantinya bisa 2-3 kali lipat dibandingkan kartu yang telah saya miliki. Upppssss, nggak kebanyakan tuh ! Dalam hitung-hitungan para pengamat keuangan hutang yang kita miliki idealnya tidak boleh lebih dari 30 – 35 % dari total penghasilan, makanya saya seringkali menolak penawaran-penawaran seperti ini. Sebagai manusia kita sering kali bertindak diluar kesadaran atau lebih tepatnya sering kali kurang disiplin dengan mengampangkan sesuatu. Bayangkan jika kedepannya kita terjebak dalam situasi “lepas kontrolâ€, bisa-bisa tiap bulan semua penghasilan kita habis hanya untuk membayar hutang,
Menggunakan kartu kredit boleh-boleh saja, apalagi sebagai alat bantu keamanan dalam pembayaran. Namun apabila penggunaannya untuk hal-hal yang konsumtif rasanya berpikirlah seribu kali sebelum menggunakannya. Seperti yang sudah kita ketahui bunga yang diterapkan dalam perhitungannya menggunakan system bunga per bunga, dan ini sangat memberatkan kita semua. Kecuali jika anda yakin pada saat tagihan datang anda mampu untuk langsung melunasinya, itu saya rasa sangat bijak sekali.
Beberapa orang yang saya temui memang memiliki limit kartu yang luar biasa, bahkan jika semua limit itu terpakai minimum pembayaran tiap bulannya bisa mengadai seluruh penghasilan yang ia peroleh. Selain itu saya juga menanyakan kepada beberapa teman yang relatif masih baru memiliki kartu kredit, hampir kesuluruhan mengakui bahwa mereka menjadi agak boros sejak memiliki kartu kredit.
Bagaimana dengan pembayarannya ? mereka sepakat baik yang masih baru ataupun yang sudah lama susah untuk disiplin, yaitu kesulitan dalam melunasi seluruh tagihan yang diterima tiap bulan. Alhasil pembayaran hutang kredit pun selalu masuk dalam daftar beban hidup tetap….!
Bahagiakah mereka ? ternyata tidak bahkan akibat dari hutang yang selalu menumpuk dan menumpuk, akhirnya terciptalah cita-cita baru dalam diri mereka yaitu “SAYA HARUS MENUTUP KARTU INIâ€. Ini bukan cita-cita yang mudah, apalagi jika hutang yang ada sudah menumpuk – butuh kesabaran dan disiplin hingga akhirnya berhasil melunasi semua hutang itu.
Berikut beberapa tips dalam menggunakan kartu kredit :
- Senantiasa disiplin untuk selalu melunasi tagihan, karena sekali saja anda mentolerirnya maka anda telah selangkah masuk dalam jeratan hutang.
- Pada prinsipnya hutang (apa pun itu; baik cicilan rumah, cicilan kendaraan, kartu kredit, dll) tidak boleh melebihi 35 % dari total penghasilan kita setiap bulannya.
- Gunakan Kartu kredit sebagai alat Bantu kemanan pembayaran terutama untuk transaksi yang memiliki nominal cukup besar.
- Bila tidak mendesak jangan sekali-sekali untuk mencoba mengambil dana tunai dengan menggunakan kartu kredit, selain bunganya lebih tinggi dibandingkan bunga pembelanjaan, bukanya pun dihitung langsung pada saat transaksi, tidak itu saja ada biaya tambahan lainnya yang dibebankan bank untuk transaksi ini.
Aturlah keuangan dan kekayaan anda sebaik-baiknya, saat ini tidak sedikit dari masyarakat yang hidup terlilit dengan hutang. Beban hidup yang semakin tinggi menjadikan hutang sebagai pilihan yang tidak bisa dihindarikan. Jangan sampai prinsip “Gali Lubang Tutup Lubang†berubah menjadi “Tutup Lubang Gali Jurangâ€.
Gambar diambil di SINI

Entries (RSS)
March 23rd, 2008 at 8:57 pm
kok yah seneng punya hutang banyak
March 23rd, 2008 at 10:34 pm
janji dan iming-iming di depan memang manis, tapi setelah itu….
March 24th, 2008 at 1:14 pm
@ Feha
Senang ngutangnya, pas bayar langsung kusuuuut…..
@ Paman Tyo
Wah mesti pasang karpet merah dulu nih, Paman Tyo akhirnya main juga ke kamar kos saya, mari main-main ke sini Paman…….!
March 24th, 2008 at 1:54 pm
kelihatannya memang nulung
tapi sebenarnya menthung!
dasar para kapitalist!
March 26th, 2008 at 4:41 am
thank you for sharing infos
March 26th, 2008 at 6:08 am
thanks for the post. i hope to listen some more.
Best regards from Sebbi